
Kreatifitas Cinta
Oktober 10, 2009
Sebutkan sepuluh buah karya seni legendaris dunia yang Anda ketahui, mulai dari lagu, mitos dan dongeng, hingga berbagai kreasi lukisan, pahatan serta arsitektur. Lalu perhatikan bagaimana nyaris setiap karya tersebut terinspirasi dari ataupun bertemakan elemen romansa. Contoh yang paling mudah ditemukan adalah dalam dunia musik yang sepertinya tidak pernah kehabisan stok lagu dari dewa-dewi Cupid. Jika cinta dan romansa membuat kita lebih kreatif, lalu bagaimana dengan seks?
Berdasarkan penelitian terbaru seorang psikolog, Jens Forster, dari University of Amsterdam yang berjudul Why Love Has Wings and Sex Has Not, cinta membuat Anda cenderung berpikir lebih besar dan kreatif, sementara seks menjadikan Anda lebih sempit dan kritis. Para sukarelawan diminta untuk membayangkan skenario dengan pasangannya sedang bertamasya atau sedang berhubungan intim, lalu diberikan sejumlah tes tertulis.
Ditemukan bahwa mereka yang berpikir tentang cinta ternyata memiliki skor lebih tinggi pada tes kemampuan creative insight dan lebih rendah pada tes analisis logika. Persis kebalikannya terjadi pada mereka yang berpikir tentang seks, yakni hebat dalam logika namun lemah dalam out-of-the-box thinking.
“The experiments demonstrated that love makes us think differently in that it triggers global processing, which in turn promotes creative thinking and interferes with analytic thinking. Thinking about sex, however, has the opposite effect: it triggers local processing, which in turn promotes analytic thinking and interferes with creativity.“
Proses berpikir global membuat kita jadi lebih kreatif karena itu membantu kita lebih lentur untuk asosiasi yang asing atau tidak terpikir sebelumnya. Kita ambil satu contoh kasus dalam hal memberikan hadiah kepada pasangan. Jika menggunakan proses berpikir lokal, kita akan lebih terpaku pada obyek-obyek yang tipikal, nyata dan konkrit, seperti perhiasan, jam tangan, buku, parfum, dsb.
Sementara proses berpikir global akan menginspirasikan bentuk-bentuk hadiah yang lebih intrinsik, emosional, dan kasat mata (yang biasanya justru memberikan efek kepuasan lebih luas atau panjang). Contohnya menciptakan karangan lagu atau puisi, memberikan koleksi CD lagu favorit, mengalah, membatalkan kesibukan dan tiba-tiba muncul, memasakkan makanan tertentu, mengajak olahraga bersama, dsb.
Tes penelitian berikutnya menyimpulkan bahwa berpikir akan rasa sayang dan cinta membuat kita sulit memilah-milah kualitas dari orang yang kita sayangi. Kita melihat sang pasangan seolah-olah dikelilingi aura cahaya indah yang membuatnya sempurna melakukan apa saja; sebuah fenomena yang biasa diberi nama Halo Effect. Jika ditanya mengapa kita menyukainya, kita hanya bisa menghela nafas dengan terheran-heran sendiri, berkata sambil tersenyum, “Entahlah..”
Berpikir akan seks dan nafsu memberikan efek sebaliknya, yakni terlalu perhitungan dan analitikal. Dalam kehidupan nyata, efek tersebut akan muncul dalam bentuk, “Saya suka dia karena keluarganya baik dan kaya,” atau “Saya suka karena dia romantis,” atau “Saya suka dia karena kita punya gaya yang mirip dan bisa saling melengkapi,” atau “Saya suka karena saya bisa dapat X, Y, Z.”
Entah bagaimana dengan Anda, tapi saya pribadi terinspirasi banyak sekali ide-ide segar dari yang bisa dipakai dalam strategi romansa maupun kehidupan sehari-hari.
Ingin berbagi ide yang Anda dapatkan?
Salam revolusi cinta,

Lex dePraxis
Solusi Romansa #1 di Indonesia



life will be beautiful with love.
Inspirational…
Jadi ini tho yg ngebuat gue kadang2 bingung…kadang gue cinta tapi binun kenapa rationalnya masih gantung…
Dan sekalinya ketemu yg rational yang ada malah hampa…
Damn…emang bener ternyata harus dua2nya….rationally good and loved easily…
love is the only solution
[...] Sebutkan sepuluh buah karya seni legendaris dunia yang Anda ketahui, mulai dari lagu, mitos dan dongeng, hingga berbagai kreasi lukisan, pahatan serta arsitektur. Lalu perhatikan bagaimana nyaris setiap karya tersebut terinspirasi dari ataupun [...] Go to Source [...]
siiip lex’s blog, dan artikel kamu menambah perbendaharaan gw utk maju kearah yg lebih soal roman&social semua partner wanita saya puas…!! saya akan tunggu entry terbaik kamu
Bagaimana bila dalam mendekati wanita didasari atas keCINTAan kita akan pengalaman-pengalaman baru, kehidupan yang menyenangkan, dan segala sesuatu yang meningkatkan kualitas diri kita, bukan berdasar kebutuhan nafsu SEKS sehingga kita tidak kehilangan kreatifitas dalam menariknya ke kehidupan menyenangkan kita.
Bagaimana pendapatmu Lex?
Sorry bgt nih Lex,,, gw mo tanya ssuatu yg jelas-jelas OOT… Pemahaman tntang Romansa bgi cwok seusia gw (20th) tuh pnting bgt gak sih, Lex? Mugkin jwban Anda bs jdi prtimbangan coz gw lg bngung mo ikut HSMS 2009 pa nggak…
Memang bro. Hidup lebih indah bila kanvas waktu dilukis dengan tinta cinta..
Kalo dengan dasar cinta emang gak ada abisnya
Ahaha.. Akhirnya Lex dePraxis mengulas secara manis masalah Matrix In Relationship.. Sudah lama saya menunggunya.. LANJUTGAN! ^^
klo pria cinta untuk sex,sedangkan wanita sex untuk cinta,, bener ga sih lex? gmn menurutmu?
klo menurut pengalaman aku sih,, sex dan cinta itu tak bisa dipisahkan,, keduanya saling mengikat,,
menurut saya untuk menyayangi pasangan kita diperlukan baik nafsu maupun rasa cinta . hahaha . sometimes we need to think logically , other times we need to think emotionally . that is yin yang
beberapa waktu yg lalu aku mendapat sesuatu yg menarik dari seorang cewe dia tipe A
walaupun baru sebentar kenal dia mulai kelihatan banyak bertanya tentang diriku
lalu waktu aku sempat menolak ngobrol dgnnya
besoknya dia bilang mau beri tahu aku sesuatu
setelah aku tanya dia bilang aku mau beri tahu tapi aku malu
sebenarnya dia mau ngomong apa ya?
wah pantesan, klo suka karena nafsu maka lebih mudah menjelaskannya ketimbang kita suka dgn seseorang karena rasa yg mendalam. Susah untuk diungkapkan.
cinta memang membutakan segalanya.. begitu kita kehilangan orang yg kita cinta buuuummmm dunia seakan runtuh.. orang2 jadi bertanya ‘kok elo jadi ga semangat ngapa2in??’…
Untuk itulah gunanya logika dalam hubungan cinta.. Untuk menyeimbangkan agar kita tidak terlalu berpikir emosional, bener ga??
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by lexdepraxis: kalau cinta bikin kreatif, bagaimana dengan seks? http://bit.ly/cdi0K…
Nice article. Cinta memang dapat membuat manusia mengorbankan apa saja dan merasa senang melakukannya. Saya kadang merasa wanita sekarang justru lebih analitikal dalam memilih pasangan ketimbang melihat dari sudut pandang cinta. Berarti banyak wanita mikirin seks ya? hihi
Telah terjadi kerusakan database yang mengakibatkan puluhan comments di entri ini terhapus tanpa jejak dan tidak dapat diperbaiki. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, sobat.
kalau saya suka akan apa adanya, walaupun fisik adalah hal pertama yang terlihat