
Membuat Diri Lebih Diterima
September 5, 2009
Anda sudah mengetahui bagaimana membuat orang lebih menyukai Anda dengan TAR Effect tempo hari, kini kombinasikan dengan membuat diri Anda lebih diterima dan dianggap menyenangkan oleh lawan bicara Anda sesuai prinsip Acceptance Prophecy.
Danu Anthony Stinson, dari University of Waterloo, menulis hasil penelitiannya tentang Acceptance Prophecy di Personality and Social Psychology Bulletin sebagai berikut:
“People’s expectations of acceptance often come to create the acceptance or rejection they anticipate. The authors tested the hypothesis that interpersonal warmth is the behavioral key to this acceptance prophecy: If people expect acceptance, they will behave warmly, which in turn will lead other people to accept them; if they expect rejection, they will behave coldly, which will lead to less acceptance.“
Dalam bahasa Indonesia sederhananya adalah Anda akan lebih diterima oleh orang lain ketika Anda berpikir Anda akan diterima oleh mereka. Sebaliknya, jika Anda berpikir orang tersebut akan menolak/risih, maka kita secara tak sadar akan bersikap demikian yang memancing mereka bersikap sama.
Ini sepertinya bukan sebuah pencerahan ajaib dari segi ilmu pengetahuan, tapi dari segi aplikasi sehari-hari, berapa banyak orang yang melanggar prinsip ini dan malah menyalahkan orang lain jika mereka diperlakukan kurang baik? Berapa banyak pasangan pria dan wanita yang sebenarnya dapat menikmati cinta dan romansa dengan baik, namun malah saling menyakiti satu sama lain karena secara tidak sadar melanggar prinsip ini?
Prinsip ini jauh lebih mudah diamati dalam konteks ngehit. Pria yang sudah keterlaluan takutnya dan membayangkan penolakan sebelum mengobrol dengan seorang wanita asing, sudah nyaris dipastikan akan mendapat respon persis sama seperti ekspektasinya tersebut. Dalam setiap interaksi sosial, kedua belah pihak pasti memiliki tingkat kecemasan dan ketidaknyamanan yang sama.
Coba pikirkan rasa takut dan bingung yang sang wanita rasakan ketika ia diajak mengobrol oleh orang yang sama sekali asing. Anda mungkin saja terlihat rapih dan bersih, namun tetap saja ada alarm kecil yang menyala dalam dirinya agar berhati-hati pada Anda. Sekalipun dia mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Anda, itu tidak akan menghilangkan rasa cemasnya, malah memperparah karena kini ia merasa sangat awas atau sadar terhadap dirinya; takut dirinya dianggap buruk, kurang menyenangkan oleh Anda.
Lalu bayangkan apa yang terjadi pada tingkah Anda jika Anda tenggelam dalam perasaan malu, takut, panik, dan bingung yang sama atau bahkan lebih parah… Dalam istilah neuro-linguistic programming, Anda sedang melakukan pacing dan mengkonfirmasi rasa cemas dan tidak nyaman sang wanita. Tidak heran jika seiring waktu, dia akan bersikap makin dingin dan resah ketika meladeni obrolan Anda.
Sadari kebiasaan buruk tersebut dan kendalikan agar dapat menguntungkan posisi Anda. Semakin Anda menunjukkan sekuritas dan penerimaan diri dalam sebuah interaksi, semakin lawan bicara Anda terdorong memberikan respon yang sama pada Anda.
Salam revolusi cinta,

Lex dePraxis
Solusi Romansa #1 di Indonesia



Hmmm… masalahnya, di zaman yang tingkat kecurigaan tinggi ini, kerap membuat orang langsung memasang sikap preventif ketika ada orang asing mengajaknya bicara.. Maklumlah, kejahatan hipnotes merebak dimana-2, sampe-2 setiap wanita langsung menjauh ketika ada seorang pria yang mengajaknya bicara..
Entahlah, apa karena trik dan cara yang belum tepat, atau mungkin karena wajah saya yang rada-2 kriminal… hehehe….
Ya.. ya.. setelah kenal HS sejak 6 bulan lalu, memang keberanian ngehit itu dah mulai muncul. Jauhlah dibanding sebelum aq kenal HS. Cuman itu tadi, untuk beberapa kasus kok rasanya luar biasa beratnya mengumpulkan keberanian itu.
Kasus terberat saat ngehit cewek yang lagi jalan di mall atau berbelanja. Kalo yang lagi nongkrong seh kayaknya sudah bisalah, walau masih rada-2 horor juga, tapi sudah bisa mengendalikan situasi dan dapatin nomor HP-nya.. Kemajuan paling berarti yah ngehit SPG, padahal selama ini sama SPG itu aja rasanya nggak pede banget.. hehehehe…
Wah orang hebat. Saya sampai sekarang belum sukses ngehit. Mungkin emang gak bakat. Maju terus orang-orang hebat
lets try!
apakah saya harus memukul kepala saya dgn palu?pasti ada hal dari yg kita katakan yg membuat orang lain jadi tdk ingin meresponnya
so!! jadi kita harus terlihat santai saat ngobrol
misalnya dgn senyuman
maaf mungkin agak menyimpang pertanyaan saya. bagaimana cara membuat suatu keputusan secara sadar (benar2 sadar gitu).
mungkin bs dijelaskan sedikit proses matching-pacing-leadingnya di artikel selanjutnya mas lex
bro perjelas, jelasin dengan mewah soal ini
ju2r gw ska ma R tp gw tkt kta’kn cinta ma dy.
gw cwe n mna mngkn gw kt’kn dlu.
enth dy tau ap ga perasaan gw.
tp gw btuh kepstian to meyakinkn hati gw,
gw brhrap percaya dg the secret in suatu saat dy tau n mau.
entah org laen senang gk yah jadi lawan bicara saya…., atau malah membosankan…., gk tau juga blom pernah ada yang bilang sih….
yup, anda benar sekali. dulu ketika saya masih cupu dalam pergaulan. saya selalu merasa bahwa orang lain selalu merasa risih ketika bebicara dengan saya, apalagi dengan wanita. Padahal saya selalu berusaha membuat rasa nyaman pada mereka dengan bertanya tentang seputar kehidupan mereka. Tetapi mereka malah menjauh dan tidak menyukai saya. Saya akhirnya stres dengan keadaan ini.
Lama saya berpikir dan merenung apa yang salah dengan diri saya dan Kenapa mereka tidak menyukai saya? Dan akhirnya saya menemukan jawabannya. Semuanya kembali kepada diri sendiri. Kesalahan saya adalah ketika dulu saya berinteraksi dengan mereka. Saya selalu merasa tidak nyaman dengan diri saya sendiri. Saya tenggelam dengan ilusi yang saya buat sendiri. Ilusi tersebut menjadi kenyatan karena saya telah bereaksi negatif duluan.
Saya mendapatkan pelajaran dari pengalaman tersebut. Tidak perlu berusaha membuat suasana nyaman tetapi yang terpenting adalah saya selalu merasa nyaman dengan diri saya sendiri dengan siapapun,dimanapun dan kapanpun. dan keajaiban pun terjadi. keep posting lex. saya banyak belajar dari anda. thanks.
Wah anda semua benar-benar orang hebat. Salut. :thumbsup:
Lex, gimana caranya menerima diri kita sementara di sisi lain kita punya kekurangan, seperti masalah status, kemapanan, seperti yg gw alami skrg niy ? karena jika kita inget masalah2 tsb, membuat yg tadinya semangat jadi down lagi.
[...] diambil dari sini [...]
Great article..Lex ge mau nanya ni,,dengan pengalaman dan keadaan lo yang sekarang,,apakah lo pernah merasakan takut ngehit vitamin 8,5??
berkat artikel ini, dan artikel hitman system, gw jadi lebih berani ngehit,,bukti hari ini gw janjian sama 2 org yg berbeda ditempat yg sama,,sama syifa jam 5 sore,,dan sama Lia jam 7 mlm,,hahaha
thanks brother
hmm..nice artikel:)
kasih saran untuk org yg susah ngobrol klo blum trlalu knal dunk..kdg suka grogian gt,
thx ya
Met malem Lex..
Itu tentang mendekati cewek yang baru putus hubungan.
Bagaimana kalau yang masih hubungan (berpacaran)?
Saya SELALU mendekati atau bahkan didekati wanita asing yang rata2 sudah berhubungan (berpacaran).Mereka rata2 merasa tertarik sama saya bahkan ada yang mau berhubungan dengan saya tapi saya biasa saja.Kadang ada yang saya “pake” untuk bersenang-senang.
Saya dicap sama cowok2 bahwa saya cowok “buaya”,”pagar makan tanaman”,”bajingan”.Pokoknya gemar “merusak” hubungan.
Pertanyaanku saya harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini baik kpd cewek yang dekat dgn saya dan cowok yg merasa risih kepada saya?
Sebelumnya terima kasih.
Telah terjadi kerusakan database yang mengakibatkan puluhan comments di entri ini terhapus tanpa jejak dan tidak dapat diperbaiki. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, sobat.