h1

Harga Dari Kecantikan?

Juni 1, 2010

Harga Dari Kecantikan

Menurut penelitian, makeup terbukti mampu membuat mereka menarik jumlah pria 33% lebih banyak. Mungkin ini salah satu sebab kaum wanita bersedia melakukan apa saja demi tetap terlihat cantik, termasuk menggenapi ucapan terkenal bahasa Perancis, “Il faut souffrir pour etre belle,” yang berarti kecantikan membutuhkan penderitaan. Jadi sebenarnya apa saja harga dan resiko yang harus dibayar untuk kecantikan? Hari ini kita akan sedikit menyibak kegilaan fenomena yang wanita lakukan untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.

Sejarah mencatat Ratu Cleopatra di Mesir yang mempopulerkan kebiasaan mempercantik diri dengan perias wajah pada tahun 69-30 SM dahulu. Wanita Jepang dan Cina yang menyukai warna pucat melapisi wajah mereka dengan bedak dari olahan susu beras, sementara wanita Yunani bermain dengan pewarna bibir dengan zat yang berbahaya bagi kulit, seperti bubuk biji tembaga dan karat besi. Berbagai macam cara kemudian dikembangkan oleh kaum wanita untuk menghiasi warna kulit mereka yang terlihat datar atau polos, karena dua hal tersebut secara umum dianggap tidak feminin.

Misalnya, abu kayu bakar untuk menggelapkan kelopak mata, urine anak kecil sebagai pembasuh wajah untuk mengurangi bintik, bahkan hingga meminum darah sapi untuk menciptakan kompleksitas rona kulit wajah. Kebiasaan bersolek itu terus berkembang menjadi bisnis alat pertopengan (baca: kosmetik) yang sangat menguntungkan dan juga mengerikan sebagaimana dijelaskan oleh Stacy Malkan dalam Not Just a Pretty Face – The Ugly Side of the Beauty Industry:

The label on your shampoo may read ‘pure and natural’ and your face wash may claim to be ‘gentle’, but some of the products that make such claims are actually full of toxic chemicals. Do you know that not one cosmetic product has to be approved by the US Food and Drug Administration before hitting the market? Incredible? Well, consider more dark facts: The European Union has banned more than 1,100 chemicals from cosmetics while The United States has banned just 10. And only 11% of chemicals used in cosmetics in the US have been assessed for health and safety – leaving a staggering 89% with unknown or undisclosed effects. More than 70% of all personal care products may contain phthalates, which are linked to birth defects and infertility.

Menurut saya, kecantikan adalah kebutuhan yang diciptakan. Cerminan femininitas yang direkonstruksi di majalah, buku, video musik, film, dan iklan menyakinkan para wanita akan sebuah gambaran wanita utopia. Mereka kemudian terpaksa memenuhi kebutuhan itu agar bisa puas bahagia setelah merasa diri seperti sampah karena melihat para model seksi, seperti yang juga dikonfirmasi oleh Dr. Ken Mogi dalam proyek penelitiannya Cosmetics, Beauty, and Brain Science selama lebih dari dua tahun:

According to the research team, they expected women to feel joy after they had applied make-up. Through brain scan, researchers managed to observe the activity within the brain’s caudate nucleus. When a woman looks at her face without make-up, she anticipates the way she will ultimately appear to other people. During this process a reward system is turned on in the brain, discharging dopamine to provide feelings of pleasure. There is a mixture of expectation, encouragement and ambition. Make-up contributes to building relationships with others and feelings of pleasure in women.

Apa yang saya bicarakan dalam entri ini baru spesifik pada area kosmetik dan perias wajah, sebuah industri yang kebal-resesi sebagaimana disebut oleh Mary Lisa Gavenas dalam Behind the Scenes of America’s Billion-Dollar Beauty Industry, padahal masih ada area kesehatan, modifikasi tubuh, busana dan asesoris lainnya yang sama gilanya, kalau bukan lebih parah.

Banyak wanita berdalih mereka melakukan semua kegilaan itu demi mengekspresikan diri. Sebagian malah berani menyebutnya sebagai, “Menciptakan jati diri wanita yang sesungguhnya!” Padahal yang terjadi adalah persis kebalikannya. Mereka melenyapkan keunikan pribadinya secara perlahan-lahan, sampai akhirnya menjadi mannequin dengan keelokan generik yang senantiasa berkompetisi dengan jutaan mannequin lainnya.

Profesor David Gawkrodger, seorang konsultan dermotologis untuk British Skin Foundation, telah meneliti bahwa wanita menaburkan 175 buah bahan kimia yang berbeda rata-rata setiap harinya; bahan kimia yang sangat terhubung dengan masalah kulit, gangguan hormon dan kanker. Bukan saja mereka kehilangan jati diri, mereka juga sekaligus menghancurkan tubuhnya!

Saya pribadi sering berseru, “Pretty is the most costly and scariest imitation of beauty!Sadarilah bahwa para wanita kerap memanipulasi, memoles, menghias, dan mempercantik diri karena mereka kesulitan menganggap dirinya indah. Jadi karena tidak mampu memandang indah refleksi diri di cermin, mereka mati-matian menebusnya dengan berusaha menjadi cantik.

Mereka terbius ambisi untuk terlihat lebih cantik dan lebih muda daripada yang sebenarnya. Jelas saja mereka tidak pernah merasa cukup. Sulit pernah merasa puas. Sulit merasa aman sempurna. Selalu mencari tips dan tehnik terbaru untuk memoles diri. Mereka biasanya justru makhluk yang cukup labil, mengkamuflasekan ketidaknyamanan dan keminderannya itu dengan berbagai alat dan tehnik estetika sepanjang hari.

Sebuah studi survei pada 3000 wanita di Inggris mengungkapkan bahwa 70% wanita menolak keluar rumah tanpa polesan wajahnya, lebih dari 40% menyatakan malu jika bertemu sahabat atau kenalan jika sedang tidak memakai makeup, dan secara rata-rata seorang wanita akan menghabiskan sekitar $ 13,000 untuk kebutuhan kosmetika wajah dan $ 50,000 untuk perawatan rambut di sepanjang hidupnya.

Survei terpisah yang dilakukan oleh Avon di Inggris pada tahun 2009 yang lalu menemukan bahwa rata-rata isi tas seorang remaja perempuan terdapat kosmetik yang nilainya lebih dari Rp 900,000. Remaja usia 16-24 tahun memberikan dana sekitar Rp 1,145,607 dan orang dewasa usia 25-34 tahun menghabiskan biaya Rp 1,178,813.

We glamour girls spend an average of one hour and 53 minutes a week washing, blow drying and styling our hair. That may not sound like a lot, but by the time we reach the age of 65, we will have spent more than seven months of our lives on our hair!

Saya harap seluruh angka-angka di atas dapat membuat Anda berpikir harga dari kecantikan dan melakukan sedikit perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Anda bisa berhenti tergila-gila atau mengagungkan kecantikan, karena kebiasaan itu semakin mendorong para wanita tenggelam dalam siklus kelam dan bisnis kamuflase mempercantik diri.

Perhatikan bagaimana wanita semenjak kecil ‘terdidik’ untuk tidak menyukai diri mereka sendiri. Bagaimana mereka merasa wajah, tubuh dan penampilannya serba berkekurangan karena membandingkan diri dengan para model dan aktris. Baru-baru ini New York Times melaporkan terjadinya lonjakan tajam jumlah remaja usia 8-12 tahun yang aktif menggunakan kosmetika. Coba bayangkan, usia sedemikian dini sudah sibuk memikirkan bagaimana terlihat dewasa dan cantik?!

Daripada terpukau dan mengagumi, Anda jauh lebih baik mengajarkan bagaimana mereka dapat menemukan keindahan diri yang sebenarnya, karena keindahan jauh lebih kekal daripada kecantikan. Beritahu bahwa memburu-kecantikan adalah perlombaan yang melelahkan, menyiksa diri, berbahaya, dan juga dapat berefek negatif bagi pria dan wanita lainnya. Lagipula, sebagaimana saya jelaskan dalam Hitman System, pria yang terbiasa mengagumi kecantikan ini dapat merusak atau mengacaukan kesempatan romansanya.

Dan terakhir, saya beritahu satu lagi penelitian menarik dari Korichi dan Pelle-de-Queral yang mempublikasikan penelitian mereka, Why Women Use Makeup – Psychological Traits in Makeup Functions, sebagai berikut:

Our results clearly showed that makeup could support two opposite functions: ‘camouflage’ vs ‘seduction’. Concerning their psychological profiles, results showed that women of the functional class ‘camouflage’ are more anxious, defensive, and emotionally unstable compared to those of the functional class ‘seduction’, who appear to be more sociable, assertive, and extroverted.

Jadi jika Anda bertemu dengan wanita cantik yang bersikap dingin, kaku, defensif, serta berbagai sikap menutup diri lainnya, maka bisa nyaris dipastikan dia adalah seseorang yang memakai kosmetik sebagai kamuflase demi membuat dirinya merasa lebih baik. Sehubungan dengan aktifitas ngehit, ketika Anda dihadapkan dengan wanita demikian, tidak usah berkecil hati karena justru merekalah yang lebih minder daripada Anda.🙂

Anda punya info angka dan harga kecantikan lainnya? Silakan bagikan di kolom komen.

Salam revolusi cinta,

      Lex dePraxis

Solusi Romansa #1 di Indonesia

lex depraxis sebar hitman system

42 komentar

  1. Lah, bukannya laki-laki suka dengan yang cantik-cantik😆. Dan kadang ada juga yang suka menyalahkan kegagalan rumah tangga karena perempuannya tak bisa merawat/mempercantik diri sehingga si lakinya berpaling ke wanita lain yang (terlihat) lebih muda dan lebih cantik:mrgreen:.

    Saya pikir yang perlu dipahami adalah definisi “cantik” itu sendiri. Karena saat ini kan iklan-ilkan kosmetik banyak yang membentuk image cantik, misalnya perempuan cantik itu adalah mereka yang putih, tinggi, langsing. Padahal semua perempuan, bagaimana pun bentuk dan rupanya, adalah cantik😀 masa dibilang ganteng😆

    Eya, salam kenal mas. Tulisan yang menginspirasi😀

    Lex’s reply: Tentu pria suka yang cantik, tapi jujur saja tidak perlu yang berlebihan. Yang buat pria tergila-gila dengan kecantikan justru adalah wanita sendiri yang terus meningkatkan cara-cara permak tubuh.


  2. […] This post was mentioned on Twitter by Sheirien Eka Putri, Lex dePraxis. Lex dePraxis said: berapakah harga dari kecantikan? http://bit.ly/aSfnaV […]


  3. hehe., tapi klo gak ada topeng monyet (wanita2 bertopeng) gak ada hiburan lex.,gak kebayang gw klo seluruh pusat hiburan kota dipenuhi wanita seperti omas. lol.,

    yayaya., begitulah wanita. sering penuh tipu daya.

    Lex’s reply: Omas mau ditopengin kaya gimana pun tidak akan pengaruh, sob. :))


  4. Line yang Anda bilang “jika Anda bertemu dengan wanita cantik yang bersikap dingin, kaku, defensif, serta berbagai sikap menutup diri lainnya, maka bisa nyaris dipastikan dia adalah seseorang yang memakai kosmetik sebagai kamuflase demi membuat dirinya merasa lebih baik. Sehubungan dengan aktifitas ngehit, ketika Anda dihadapkan dengan wanita demikian, tidak usah berkecil hati karena justru merekalah yang lebih minder daripada Anda” sepertinya ditambah dengan term n condition tertentu deh. Dan bukan semata-mata kabar baik bagi para laki-laki.

    Lex’s reply: So, kabar lainnya apa?


  5. waouuuu… bro Lex kembali, gw kagen ma dia…:P

    telalu lama gw menunggu ….

    Lex’s reply: Hehehe, thanks sob..


  6. jika ada yg mengejar kecantikan lahiriah, itu adalah pilihan mereka. Ut’s their life, their choice.

    Lex’s reply: Memang pilihan mereka, dan pilihan itu yang akan menyulitkan mereka pada akhirnya.


  7. This post make my love for my wife even bigger.
    She is smart, she dont like to make up (thou she did make up sometimes), she alwasy my student fav, and i love her brown skin.

    Lex’s reply: Awesome, bro, congrats with your family.🙂


  8. aneh ya kok cewek-cewek malah minder deket-deket saya. padahal saya tidak lebih cantik daripada mereka.hahaha.


  9. Klo sejak kecil yang dipikirin hanya make-up, ntar klo dah gede jadi o’on. hehe


  10. apaan nih ?!
    gak jelas ah..


  11. cantik itu yang gimana sih..???


  12. Thanks buat sharingnya, sangat bermanfaat untuk inspirasi coretanku selanjutnya

    “Tips Lengkap Belanja Online”


  13. Bro, ijin nge-post di Fb y (nama penulis te2p ada kok, dun wori!)


  14. “Anda jauh lebih baik mengajarkan bagaimana mereka dapat menemukan keindahan diri yang sebenarnya, karena keindahan jauh lebih kekal daripada kecantikan”

    Bgmn mau mengajarkan line di atas, kalo tiap vitamin 9, gw ud “ilusi” duluan, dan level hit-resistance gw naik. Mungkin ada guideline u/ hilangkan ilusi ketika ketemu vitamin???kayaknya ini lebih berguna u/ newbie-hs alumni deh.
    TQ Ooom Lex! See u in G-spot!


  15. “Anda jauh lebih baik mengajarkan bagaimana mereka dapat menemukan keindahan diri yang sebenarnya, karena keindahan jauh lebih kekal daripada kecantikan”

    Bgmn mau mengajarkan line di atas, kalo tiap liat vitamin 9, gw ud “ilusi” duluan, dan level hit-resistance gw naik. Mungkin ada guideline u/ hilangkan ilusi ketika ketemu vitamin???kayaknya ini lebih berguna u/ newbie-hs alumni deh.
    TQ Lex! See u in G-spot!


  16. damn! baru mau bikin artikel ttg ini,udah keduluan. . .

    Lex’s reply: Tidak apa-apa, buat saja lagi, kan bisa saling melengkapi, bro..


    • langsung copas aja Ji. Kalo buat lagi ntar malah jadi benchmark

      Lex’s reply:🙂


  17. Menilik maslah kecntikan, memang tidak akan lepas dari yang namanya produk yang menunjang kecantikan. Bahkan untuk kecantikan, harga yang harus dibayar pun sangat mahal, Dan bahkan bisa menjadi poin pengeluaran yang rutin….buat saya pribadi, cantik ga harus mahal…….ada banyak poin yang membuat mata saya menilai bahwa seseorang itu cantik,,..

    salam

    Lex’s reply: Setuju sekali, terima kasih telah berbagi!


  18. “make up fisik” mungkin boleh-boleh saja,asal dipakai sewajarnya..yang lebih penting adalah “make up pikiran dan emosi” supaya tercipta innerbeauty..

    keren blognya!

    teruslah menginspirasi, Lex! Dan mengacak-acak mindset yang telah terkontaminasi virus-virus destruktif!

    Lex’s reply: Thanks, brother.


  19. OOps,mampir ke blog saya.
    khususnya yang mencari les privat di:

    lesprivatsigara.blogpsot.com

    Lex’s reply: Okay!


  20. @HONJI : itu lah kenapa anda selalu menjadi yg no.2 ^^


  21. hm….fatal banget…ya klo begitu yg biasa2 saja ya lex..ngga norak,dan ngga lebay… tp apa ini mewakili seluruh pemikiran wanita pada umumnya?

    Lex’s reply: Tepat!


  22. Semoga banyak wanita yang membaca artikel ini. Bagus bangeetss

    Lex’s reply: Silakan disebarluaskan.


  23. menemukan atau mencari keindahan diri itu lebih penting dari pada kecantikan….:D

    inspired……

    Lex’s reply: Sweet!


  24. Apa mungkin juga berlaku bagi pria bermuka standard yang membentuk tubuhnya mati2an di gym agar “bernilai jual” lebih tinggi yah?
    BMW gitu (Body Mengalahkan Wajah) hahahahaha

    Lex’s reply: Yup, pria juga melakukan hal yang sama.


  25. setuju banget apa yang dikatain oleh master satu ini,girls stop to hurt yourself from this poisonus things,like what sins have said in his interview with Honji it make me thinks like this neither girl nor boy if she can take care of herself,taw tata cara berpakaian gak ugal-ugalan that is enough to make people attracted to you😉 that’s what i think semoga membantu hehehe…

    Lex’s reply: Terima kasih telah mengkonfimasi, bro. Apa kabar..🙂


  26. Sangat sangat menginspirasi.. artikel2 nya2 mmg selalu menimbulkan efek “aha” yg luar biasa..siipp bro!

    Lex’s reply: Ditunggu kisah ‘aha’ dari Anda juga.


  27. Women….I admire,love and sympathize…

    Lex’s reply: Caelah, puitis dia.. :p


  28. pakai yang alami saja. lebih aman dan sehat

    Lex’s reply: Yup, benar.


  29. Ya memang miris, begitu mahal harga dari sebuah kecantikan. Tetapi tidak hanya wanita, pria pun juga demikian, banyak yg bersembunyi di balik topeng kemewahan, kegagahan dan sebagainya. Kemudia yang ingin saya tanyakan, bagaimana dengan fashion? Apakah sama dengan kosmetik yang merupakan pembungkus agar keliatan lebih menarik?

    Lex’s reply: Fashion juga termasuk alat pelengkap tubuh, tapi biasanya tidak secara langsung bersifat ‘topeng’. Jadi fashion memang pembungkus dalam artian sebenarnya.


  30. mantap nih artikel, jempol buat lex…

    kecantikan bisa menyehatkan kalo caranya bener,misalkan pola makan diet yang seimbang, membentuk tubuh ideal dengan olahraga, dan mempercantik kulit dengan bahan-bahan alami. itu kecantikan yang lebih natural dan menarik dibandingkan menutupi segala kekurangan fisik dengan kosmetik.

    Lex’s reply: Thanks, bro. Pada dasarnya wanita itu cantik kok, tinggal perlu dijaga saja dengan ukuran yang sehat.


  31. makeup sewajarnya saja🙂

    Lex’s reply: Seharusnya memang begitu.


  32. ya… nice posting.

    Lex’s reply: Thanks.


  33. bener banget, dulu gw pernah ngehit cewek yang make up nya tebel abis.. mungkin tebel makeupnya sampe 2 meter (lebay…) dan apa yang terjadi waktu awal gw hit eh dia malah serba salah dan akhirnya memutuskan untuk pindah tempat ngejauhin gw, sebelum2nya gw gak pernah digituin sama cewek… gw dah sering ngehit, setiap bulan minimal 2 cewek baru yang bisa gw jadiin temen. (yup, temen. gw gak minat pacaran… pacaran tuh herus setia… hehehehe…)

    kembali ke si cewek yang jutekin gw, tiap akhir pekan gw ketemu dia dan sikap gw seolah gak terjadi apa2 sebelumnya.. bisa nebak apa yang terjadi… si cewek sekarang yang cari2 kesempatan lirik2 gw di kendaraan umum (baca : bus). Apa yang gw lakuin?! gw liatin ke dia kalo gw bisa deketin cewek lain yang gak terlalu tebal makeup, berkerudung, dan pastinya banyak lebih dari tuh cewek…

    I agree with this article.. great job sir!

    Lex’s reply: Tepat sekali. Terima kasih telah berbagi kisah Anda. Saya nantikan lagi kedatangannya di masa depan.


  34. Saya coba berbagi ilmu gaya hidup para model yang pernah saya baca di buku paulo coelho “winner stands Alone”
    Quote:

    In order to write the book “The Winner is alone”, the main theme of which is the cult of celebrities, I had to do some interesting research into the routine of those women who inhabit the collective imagination: photographer’s models. However different they may be, what follows is an invariable pattern of behavior among them:

    A] Before going to bed they use several creams to clean the pores and keep the skin hydrated – from an early age making the organism dependent on foreign elements. They wake up, drink a cup of black coffee without any sugar, and some fruit with fibers – so that the food that they ingest during the rest of the day passes quickly through the intestines. They climb on the scales three to four times a day and become depressed by each excessive gram denounced by the needle.

    /Artikel lengkap\ Silahkan ke tkp:
    http://paulocoelhoblog.com/2009/04/29/a-model’s-routine/

    Lex’s reply: This is interesting, thanks for sharing. Anda pribadi punya blog?


  35. Gw suka ma cewe cantik, gw suka cewe bermakeup, tapi gw lebih suka cewe yang cantik alami….😀

    Lex’s reply: Sama,🙂


  36. Cantik Alami lbih tahan lama dipandangny dibanding,
    cantik yg pake make up,
    apalagi scara naluriah seks manusia itu suka keindahan

    Lex’s reply: Memang, makeup itu hanya temporer.


  37. Bagi wanita yang berduit sih mudah untuk mempercantik diri dengan produk dan alat yang modern. Tapi kalau saya lebih suka yang alami lebih aman. Selain itu untuk lebih tampil cantik kita harus menjaga inerbeuty kita. Semua itu membutuhkan proses bukan instan.

    Lex’s reply: Setuju, dan inner beauty pun perlu diakomodasi dengan outer beauty yang memadai. Jadi harus seimbang.


  38. saya suka artikelnya nih.. saya pernah bikin tulisan tentang Apakah cantik harus mahal? intinya hampir sama sih menyoroti tentang para perempuan yg melakukan apa saja demi mempercantik diri..

    sekarang perawatan bertebaran di mana2 teman2 saya juga pada ikutan.. tapi sampai detik ini saya gak mau ikutan, bahkan facial aja saya ogah dan belum pernah, sayang duitnya mendingan buat beli buku.. cantik itu perlu tapi lebih baik lagi cantik, menarik dan smart😉
    dan cantik belum tentu menarik lho hehe.. saya mah pede aja jadi diri sendiri, dibilang cantik ya syukur, gak juga its ok yg penting saya nyaman dengan diri saya🙂

    salam.. dan makasih ya dah berkunjung ke blog saya🙂

    Lex’s reply: Sebenarnya perawatan itu perlu, dan sesekali kita memang wajib memanjakan tubuh. Itu adalah salah satu cara apresiasi dan mencintai diri.


  39. cantik gak cuma dari fisik, cantik hati lebih bagus.
    soalnya kalo hatinya cantik pasti fisiknya keliatan cantik juga.
    kalo cuma cantik fisik belum tentu cantik hatinya..
    betul kan????

    Lex’s reply:Tepat sekali, tapi hati cantik tetap saja perlu didukung dengan kecantikan eksternal. Alias tidak bisa masa bodoh.


  40. kang, artikelnya menarik.. Izin ng-share??

    Lex’s reply: Silakan!


  41. Kaya nya ini bertentangan dengan konsep Hitman System tentang bagaimana membuat diri sendiri supaya menarik,,,aku jadi tambah bingung?????

    Lex’s reply: Kasus ini agak berbeda, karena Hitman System berbicara untuk massa pria.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: