h1

Mengapa Wanita Selalu Penuh Drama

Agustus 23, 2009

wanita

Judul di atas bisa jadi pertanyaan nomor satu bagi semua pria di dunia, terutama mereka yang sudah menjalani hubungan romansa. Tanyakan pada kaum wanita, mereka akan menjawab, “Drama? Drama?! Tolong deh.. Kenapa sih elo selalu ngejudge orang? Dari kecil gue udah capek diperlakuin begitu sama orangtua, temen-temen sekolah, kuliah, trus kantoran. Laki-laki ngepet, brengsek, asal ngomong aja apa yang ada di pikirannya. Orang kayak elo tuh yang bikin kaum perempuan ditindas cuma bisa jadi babu doang, ngga boleh nunjukin emansipasinya. Ih jijik gue, sumpah keterlaluan banget. Denger baik-baik nih ya, gue paling anti ama drama!!!” Hmmm…πŸ˜€

Drama bisa dimunculkan dalam bentuk berpura-pura tenang tapi sikap menunjukkan sebaliknya, membesar-besarkan masalah, mengungkit kesalahan-kesalahan yang sudah lewat, menyambung-nyambungkan situasi atau fakta, dan yang paling rumit adalah mengalah dengan sengaja agar pihak lain merasa bersalah (atau biasa dikenal dengan istilah Blame Game, dibahas secara lengkap dalam entri lain).

Jika mau super lengkap, ada banyak sekali penjelasan mengapa wanita memiliki hobi bermain hal-hal tersebut. Namun karena saya punya batas 90 detik, berikut adalah beberapa yang paling signifikan:

  1. Drama membuat mereka merasa penting. Coba ingat baik-baik sejarah setiap dramatisasi konflik yang terjadi dalam romansa Anda. Biasanya bisa ditelusuri pada perilaku Anda yang seolah-olah tidak lagi membuatnya merasa menjadi bagian penting -kalau bukan yang terpenting- dalam hidup Anda. Yang dia ungkit mungkin perilaku seperti telat jemput, jarang kasih kabar, tidak bisa ambil hati orangtuanya, atau mendadak beritahu ada undangan resepsi (klasik, ahahaha!).. namun perilaku itu sendiri tidak sebegitu penting dibandingkan pesan yang dia tangkap di dalam hati, “Dia melakukan X, Y, Z itu pasti karena aku sudah tidak penting lagi.”
     
  2. Drama membuatnya terlalu sibuk mengamati hidup orang lain agar tidak punya waktu mengamati kesalahan dan kelemahan diri sendiri. Dalam pelatihan, saya selalu menegaskan pembelajaran ini berulang-ulang, “A woman’s problem is her insecurity, while a man’s is his immaturity.” Jadi untuk dapat menciptakan ilusi seolah-olah aman (secure) dan tidak bermasalah, ia menuding-nuding perilaku ketidakdewasaan sang pasangan dan membicarakan panjang lebar dengan teman-temannya. Kekuatan misdireksi. Siapa bilang wanita tidak bisa jadi pesulap?πŸ˜€
     
  3. Drama merupakan mekanisme pertahanan ketika sudah terpojok. Ini mungkin stereotip dangkal, namun semakin lama berada dalam sebuah hubungan romansa, Β kemampuan problem-solving seorang wanita semakin menurun dibandingkan sebelum era hubungan tersebut. Istilah pendeknya, manja. Jadi ketika ia merasa terpojok kebingungan menghadapi sesuatu, daripada duduk diam merasa bodoh karena tidak bisa memikirkan solusi, ia mengalihkan energinya dalam sebuah pelampiasan drama emosional yang meledak-ledak, dengan harapan orang lain bersedia memperbaiki keadaan untuknya.
     
  4. Terakhir, drama merupakan kesempatan baginya untuk menguji sang pasangan. Saya tidak akan membahas panjang tentang poin ini kecuali mengutip lagi satu baris favorit saya dalam workshop, “If they’re giving you hell, you should be proud cos they’re doing their job well!” Ketika Anda bisa merespon dengan menunjukkan kualitas sebagai pria yang stabil dan kuat, barulah mereka merasa memiliki area nyaman untuk bersandar dan mempercayakan seluruh hidup pada Anda.

Ribuan tahun yang lalu, dikenal seorang wanita yang memulai kebiasaan drama ini. Ketika sadar baru saja melakukan sebuah kesalahan besar, dia buru-buru memanggil sang kekasih, membujuk dan melibatkannya dalam kekacauan tersebut. Drama tersebut berhasil. Wanita itu bernama Hawa.

Do yourself a favor: Jika Anda adalah pria, jangan bahas tentang tulisan hari ini kepada pasangan Anda. Hayati saja dalam hati dan telan pil pahit ini diam-diam; rasanya tidak enak, tapi setidaknya Anda kini mengerti mengapa dia melakukan apa yang selama ini dia lakukan.

Sementara jika Anda adalah wanita, ceritakan pada pasangan Anda bagaimana Anda belajar sesuatu dari tulisan ini. Jangan lupa siapkan air hangat dan tisu karena dia akan tersedak-sedak dan meneteskan air mata dengan penuh haru.πŸ˜€

Salam revolusi cinta,

      Lex dePraxis

Solusi Romansa #1 di Indonesia

lex depraxis sebar hitman system

21 komentar

  1. dasar wanita…!

    Lex’s Reply: Dasar komentar.


  2. Drama.. Drama.. (lagi ngehayatin dalam hati)

    Lex’s Reply: Hahaha..


  3. Terus bagaimana dong sikap kita yang benar sebagai seorang pria dalam menghadapi wanita yang selalu penuh dengan drama….?


  4. OOT dulu dikit, memang tadi siang-sore wordpress ada maintanance jadi ga bisa buka apapun di wordpress.

    Mengenai poin 2 setujuπŸ™‚. Hanya saja bukan cuma wanita yang bisa bikin drama, pria juga kog. Cuma bedanya kalau wanita dramanya pakai air mata, kalau pria dalam hening sambil mengepalkan tinju atau meledak dalam amarah. Jadi yang berpotensi menjadi pemain drama bukan cuma wanita kogπŸ˜€. Sekedar menyeimbangkan artikel hahaha.

    Nomor 1 dan 3 kurang setuju. No 4 biasanya dilakukan bukan dengan sengaja (tidak direncanakan, kecuali dalam pra hubungan pacaran ya memang proses pengujian diperlukan hahahaa.

    Saya sedang baca buku “Pernikahan Plus” dan di situ ada satu kalimat yang mungkin akan membantu para pria:

    “Hal yang terpenting adalah mengasihi pasangan Anda, entah Anda memahaminya atau tidak.”

    Saya setuju dengan pernyataan itu karena memang kalau diperhatikan, lebih mudah membaca (mengerti) pria daripada wanita hahaha. Saya pikir itu ada kaitannya dengan struktur otak pria yang pada umumnya lebih condong ke otak kiri sedangkan wanita pada umumnya seimbang antara penggunaan otak kiri dan kanan. Tapi tentu saja selalu ada perkecualian, tidak bisa digeneralisasi untuk setiap kasus.


  5. Ahhh…pengalaman itu akhirnya diungkit Lex lagi. Saya masih ingat dulu ketika hati tersayat-sayat akibat Drama yang gak jelas siapa sutradaranya itu. Untungnya saya mengundurkan diri dari drama tersebut karena:
    1. Takut drama itu akan meniru sinetron Indonesia hingga episode 600πŸ™‚
    2. Ingin menyeberang ke HS yang memiliki sutradara dan perusahaan drama yang jelas

    Someone who can’t wait to meet Lex,
    Erwin


  6. LEX buat artikel motivasi dong !!! khususnya motivasi buat para PRIA2 PENGEMIS CINTA yg terombang ambing karna ombak cinta(langganan di tolak cewek)hehe..


  7. jadi apa kita harus jadi salah satu aktor dalam drama itu? karena dengan kata lain kan jadi seperti dia yg memimpin alur..??

    btw, thx dah maen ^^


  8. hahaha,suka nih entrinya.

    Gimana dong, abis pria-pria itu immature, ngeselin,egois,insensitive etc-etc, mau gmn lagi coba untuk membuat mereka merhatiin kita/ngedapetin yang kita mau, kalo ga dengan berdrama? :))

    Anyway, tapi timbal balik kok,perempuan drama-queen dan manipulatif untuk mendapatkan apa yang ia mau, tapi pria-pria suka menjadi superhero. Pria, immature,ngeselin,egois etc tapi(perempuan)suka kok jadi emak yang ngemong, pengertian dst.

    hihihi


    • Tunggu saja tanggal mainnya!

      Lex’s Reply: Tentu!


  9. Sebenarnya satu hal yang dibutuhkan oleh wanita perhatian jika para pria sudah sangat perhatian kepada wanitanya maka wanita juga akan memberikan perhatian dan kasih sayang melebihi dari yang pria berikan…


    • udah pernah diraktekkan mas?

      Lex’s Reply: Hehehe..


  10. OMG!!!!!
    Gue kaget!!!
    dan ngakak bacanya, tetangga sebelah punya bayi sampe bangun.
    hauhauhauhauhauhau.
    really, this is a superb article!

    Lex’s Reply: Thank you, my friend.


  11. the next important question
    how to handle it ?

    Lex’s Reply: Di workshop kan sudah dibahas, bro..


  12. […] September 7, 2009 Leave a comment Go to comments Terinspirasi dari tulisan seorang teman, dari minggu lalu gue sering terpikir dengan hal yang berhubungan dengan masalah drama tersebut, […]


  13. hohoho…. jgn sampe ce gw tau nih… :p

    Lex’s Reply: Hehehe..


  14. Setuju… ^^
    dan kemaren aku baru saja mengalami itu hehehehehehe : )

    Lex’s reply: Have fun… not!πŸ™‚


  15. artikel yg dahsyat

    menggelitik dan cerdas

    keep posting bro

    Lex’s reply: Thank you!


  16. LEX Trus untuk menghadapi drama itu sebaiknya apa yg harus di lakukan seorang pria GLOSSY

    Lex’s reply: Sebaiknya drama tidak diladeni, kecuali berakar pada masalah yang nyata.


  17. ahaha … jadi inget kakak sama adek cewek gw, mereka sukses membawa sebuah drama di keluarga gw.

    Lex’s reply: Lalu bagaimana, sempat ditangani atau terlalu besar diluar kendali?


    • karena waktu itu saya belum mengenal Hitman system dan para masternya, jadi masalahnya menguap begitu saja.

      Saya ceritakan sedikit ya bro Lex, jadi saat kakak saya punya masalah ngak tau kenapa saya jadi di diemin, dan saya mencium hawa pembunuhan ( :lebay: ). Pernah suatu saat, di punya masalah besar dengan pacarnya, karena berbeda keyakinan keluarga kami tidak setuju. Kemudian dia pingsan dan badannya jadi kaku, cuman saya merasa kakak saya ini sedang memainkan drama. Entah itu benar atau tidak saya tidak mengetahuinya.

      Lex’s reply: Wow real life sinetron! Keren..πŸ˜€


      • ahaha ..πŸ˜€



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: