h1

Kebahagiaan: Sebab atau Akibat?

Agustus 5, 2009

kebahagiaan sebab atau akibat

Melihat kebiasaan orang banyak, kebahagiaan seringkali menjadi tujuan hidup. Dengan kata lain, kita berusaha keras melakukan sesuatu agar bisa mendapatkan, atau setidaknya mencicipi, apa yang disebut sebagai kebahagiaan.

Contoh paling sederhana dan sering ditemukan adalah berpikir bahwa kekayaan akan membawa manusia pada kebahagiaan. Sekilas itu terasa rumus yang paling logis. Jika kita banyak uang dan bisa membeli apa saja yang diinginkan untuk sebuah kehidupan nyaman, tidakkah kita akan merasa bahagia?

Jurnal Science mengungkap fakta sebaliknya.

Your next raise might buy you a more lavish vacation, a better car, or a few extra bedrooms, but it’s not likely to buy you much happiness. Measuring the quality of people’s daily lives via surveys, the results of a study reveals that income plays a rather insignificant role in day-to-day happiness. Although most people imagine that if they had more money they could do more fun things and perhaps be happier, the reality seems to be that those with higher incomes tend to be tenser, and spend less time on simple leisurely activities.

Menjadikan kebahagiaan sebagai sebuah Akibat sepertinya akan membuat kita justru merasakan sebaliknya. Sama seperti banyak pria dan wanita yang ingin memiliki pacar/kekasih supaya mereka bisa merasa lebih bahagia. Secara logika, masuk akal. Tapi dalam realita, pola seperti itu adalah racun yang sangat merusak.

Saya berpendapat bahwa kebahagiaan selayaknya berada pada sisi Penyebab, sebagaimana apa yang disampaikan oleh hasil penelitian lainnya yang menyebutkan bahwa orang yang berbahagia cenderung mendapatkan lebih banyak kesuksesan dalam hidup, karir, dan aspek finansial.

Misalnya, seseorang yang merasa bahagia pada usia 18 ternyata akan mencapai kebebasan finansial, peraihan karir yang lebih tinggi dan keleluasaan bekerja ketika menyentuh usia 26. Semakin seseorang menciptakan kebahagiaan di dalam dirinya, semakin besar kemungkinan dia menciptakan prestasi yang luar biasa di dunia kerja.

But before we find yet another reason to be envious of very happy people (not only do they get to feel great, but they get to have good jobs and make more money as well!), consider what the research on happiness and work suggests. It suggests that, when it comes to work life, we can create our own so-called “upward spirals.” The more successful we are at our jobs, the higher income we make, and the better work environment we have, the happier we will be. This increased happiness will foster greater success, more money, and an improved work environment, which will further enhance happiness, and so on and so on and so on.

Anda dan saya bertanggung jawab untuk menempatkan kebahagiaan sebagai penyebab segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita, bukan sebaliknya.

Salam revolusi cinta,

      Lex dePraxis

Solusi Romansa #1 di Indonesia

lex depraxis sebar hitman system

17 komentar

  1. setuju lex, kita memang harus terus dalam kondisi bahagia agar dapat menarik kebahagian2 lainnya (the secret bgt !)., walaupun sehari2 cuma makan nasi + kerupuk.,🙂

    Lex’s Reply: The Secret agak berlebihan dan menipu sih, tapiya salah satu tema utamanya memang berguna. Nasi dan kerupuk sudah enak kok, apalagi kalau ditambah bakwan jagung, aaah!


  2. saya setuju pendapat kamu bahwa KEBAHAGIAAN adalah PENYEBAB.bahwa kebahagiaan mungkin dapat dikatakan sebagai PENYEBAB YANG BERKELANJUTAN. mengapa? karena kebahagiaan yang dialami itu akan mengahasilkan atau menyebabkan kebahagiaan yang baru. dengan demikian akan terjadi mata rantai kebahgiaan. intinya KEBAHAGIAAN akan menjadi motivasi yang kontinuitas.

    Lex’s Reply: ‘Penyebab yang berkelanjutan’ wow, bagus sekali istilahnya. Brilian!


  3. Yup…setuju juga nih, renungan yang keren Boz…. 🙂

    Lex’s Reply: Hope it has useful application for you, my friend.


  4. bahagia itu tergantung pikiran🙂

    eniwe..isi blogmu bagus..aku pasang link nya di tempatku ya🙂

    Lex’s Reply: Mungkin lebih tepatnya, bahagia itu tergantung KEPUTUSAN untuk berpikir pada fokus yang baik.


  5. tul juga. setujuh😀

    Lex’s Reply: Thank you, sedelapan! :p


  6. yuk kita kejar kebahagiaan hati kita masing-masing !!! entah itu dapat earning banyak, entah itu dalam bentuk anda menulis uneg-uneg anda di blog anda, yang penting adalah saat ini Happy dulu. Di dalam kebahagiaan tersimpan sejuta kesuksesan. tapi kalo anda merasa tersiksa dengan apa yang anda lakukan, disana sulit sekali menggali kesuksesan….

    Lex’s Reply: Contoh pertamanya langsung ‘dapet earning’ lol… Thanks for sharing.. ditunggu berbagi earning-nya juga, hahaha.


  7. artikelnya bagus mas inspitratif🙂

    Lex’s Reply: Wah terima kasih, ‘inspitratif’ pasti lebih heboh daripada ‘inspiratif’…😀


  8. wah baru sekarang gue ngerti.. ternyata bahagia adalah sebab untuk bisa lebih menikmati hidup.

    Lex’s Reply: Tepat, sudahkah Anda mengambil keputusan untuk bahagia hari ini?


  9. teori yang menarik mas…🙂

    Lex’s Reply: Ditunggu kisah-kisah aplikasinya dari Anda.


  10. bro, dewa neh tulisan.

    Lex’s Reply: Ditunggu hionya.. yang harum yah, habis itu silakan langsung antri nomor ciamsi di ruang samping.😀


  11. Good article bro…. wah kayaknya aku setelah kerja nanti memerlukan Lex sebagai mentorku (free consultant) supaya karir bisa meningkat tajam.

    Lex’s Reply: Paling enak mentoring sambil makan The Buffet. Saya tunggu.😀


  12. so lex dengan arti kata lain, bahagia harus jadi “cause” not “effect” seperti cause (happy)—-> effect (success)

    Lex’s Reply: Kurang lebih begitu, khususnya untuk para Babi Air. Mwahahaha!


  13. Dalam teori human resource…low wages will make you unsatisfied but high wages won’t make you satisfied…


  14. […] tidak pernah menyadari bahwa mereka adalah pecandu. Setiap orang melabur dirinya dengan kosmetik-bahagia yang sanggup untuk mengelabui seisi dunia, berpura-pura menjadi seseorang yang sebenarnya bukan, […]


  15. Mungkin persepsi kita melihat kebahagiaan berbeda. Rahasia manusia sesungghunya dalam map saya adalah mencari kebahagiaan. Ia melakukan usaha dan saat mereka fokus dengan kebahagiaan itu maka ia pasti mendapatkan nya. Apa yang terjadi ketika ia melakukan sesuatu karena bahagia, maka ia pastinya hanya berada di zona nyaman dia. Seorang staf memilih untuk tidak menjadi manager karena ia bahagia dengan kedudukan nya sebagai staf biasa dan nyaman berada di sana. Yang terjadi malah ia tetap berada pada zona nyaman dan bahagia di sana dan tidak berani memutuskan keluar. Saatnya bagi kita sekarang fokus pada kebahagiaan sebagai impian kita dan dalam bekerja pun kebahagiaan itu pasti kita rasakan….. Jadi dalam map saya kebahagiaan sebagai impian dan fokus kita adalah sebuah hal yang memotivasi kita bukan sebuah racun.

    Lex’s reply: Jika persepsi di atas berguna untuk Anda, silakan saja.🙂 Terima kasih telah berkunjung dan memberi komentar.


  16. […] saja kebahagiaan tidak terletak pada sisi akibat, tapi juga kebahagiaan berada ribuan kilometer jauhnya dari hal-hal yang terlihat menyenangkan. […]


  17. Masih ada hal yg ngganjel.
    Jadi kalo semisal dirumuskan di rumus sebab akibat.
    A->B->C
    A = hal-hal yg membuat kita bahagia, ato hal-hal yg menyebabkan kita bahagia
    B= bahagia
    C = kesuksesan/bahagia tahap atas.

    Nah, jadi
    pada tahap pertama, A adalah penyebab dan B adalah akibat
    Pada tahap kedua,
    B adalah penyebab dan C adalah akibat
    Dan terjadilah ‘penyebab yg berkesinambungan’
    Dan point utama adalah, A.
    Jadi kita harus mencari/membuat suatu pekerjaan yg menyenangkan bagi kita dan menghasilkan uang.
    CMIIW



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: