
Sikap Introvert Adalah Penyakit?
September 3, 2009
Semasa terlibat di Hitman System dahulu, saya selalu berurusan dengan para peserta workshop yang menganggap dirinya introvert sehingga sulit sukses, baik dalam pergaulan, romansa, karir, ataupun kehidupan pada umumnya. Mereka biasanya mengeluhkan kepribadiannya yang demikian, bersusah payah menerobos diri menjadi ekstrovert seperti para instruktur dan kisah-kisah alumni sukses lainnya. Sedikit sekali yang menyadari bahwa saya… adalah seorang yang introvert juga.
Ketika mencoba googling, saya menemukan banyak info yang mengutip bahwa orang introvert menyentuh variasi rasio 25-40% dari populasi dunia. Itu artinya ada jauh lebih banyak orang yang berkepribadian ekstrovert. Sanford Cohn, seorang profesor di Arizona State University, juga menyimpulkan bahwa dunia ini lebih bersifat ekstrovert, dinilai dari begitu banyaknya pesan yang mendorong seseorang untuk memiliki keluwesan sosial agar dapat diterima oleh masyarakat.
Sesuai prinsip di atas dan menguji kemampuan analisis Anda, coba temukan sebanyak mungkin introvert dari 20 daftar acak nama tokoh publik berikut ini:
Warren Buffet, Clint Eastwood, George Lucas, Michele Pfeiffer, Steven Speilberg, Woody Allen, Tom Cruise, Julia Roberts, Meg Ryan, Christina Aguilera, Johnny Carson, Michael Jordan, Robert Deniro, Gwyneth Paltrow, Meryl Streep, David Letterman, Alfred Hitchcock, Thomas Edison, Harrison Ford, dan Bill Gates.
Jawabannya akan saya beri di akhir tulisan ini, jadi jangan mengintip ke bawah. Lakukan saja dulu, baru melanjutkan membaca.
Generalisasi dan stereotip diciptakan oleh manusia untuk mempermudah pemahaman akan sesuatu, namun sayangnya hal tersebut justru malah lebih sering memberikan efek buruk, seperti halnya tentang introversi dalam tulisan Enda, “Stigma masyrakat modern adalah selalu, ekstrovert baik, introvert buruk. Mereka dengan tipe personaliti ekstrovert akan lebih sukses daripada mereka yang introvert. Lebih populer, lebih punya banyak teman dan simplenya lebih bahagia dalam hidup.”
Seorang blogger lain juga ada menulis bahwa, “Introvert itu juga suka merendahkan diri alias benci atas keadaanya saat ini. Dia ingin jadi kaya orang laen, dan hati-hati lho karena orang introvert kadang bisa suicide kalo mengalami depresi yang sangat berat.”
Ada banyak persepsi miring yang harus dipikul oleh orang-orang yang merasa dirinya introvert, bahkan tidak sedikit orang yang menyerah kalah hanya karena terbayang betapa sulitnya untuk memaksakan diri menjadi ekstrovert. Introversi dianggap sebagai sebuah batasan, kelemahan, kecacatan.
Bagaimana kata para peneliti yang berkompeten di bidangnya?
- Del Jones menulis Not All Successful CEOs Are Extroverts bahwa, “Introverts are not shy by definition, but they become drained by social encounters and need time alone to recharge. Introversion might be partially explained by culture, genetics and upbringing. More men are introverts than women. It seems counter-intuitive, but introverts and closet introverts populate the highest corporate offices, so much so that four in 10 top executives test out to be introverts.“
- Jonathan Rauch menulis Caring For Your Introvert, “Are introverts arrogant? Hardly. I suppose this common misconception has to do with our being more intelligent, more reflective, more independent, more level-headed, more refined, and more sensitive than extroverts. Also, it is probably due to our lack of small talk, a lack that extroverts often mistake for disdain. We tend to think before talking, whereas extroverts tend to think by talking, which is why their meetings never last less than six hours.“
- Laurie Pawlik menulis The Guide To Introversion, “Some introverts aren’t stereotypically shy and can strike up conversations with anyone. These introverts enjoy talking and listening to people, and going to parties and events. But most introverts would rather be at home. Introverts can find small talk easy but tiring – and sometimes boring. They’d rather have meaningful conversations about the depths of human souls and minds, but find few opportunities (those aren’t your usual conversations at water coolers or dinner parties!).“
Percayalah, Anda tidak perlu menjadi seorang ekstrovert untuk menjadi seseorang yang lebih sukses. Ekstroversi dan introversi tidak akan pernah menjadi tolak ukur sejauh mana Anda bisa berhasil menggapai impian.
Ketika jaman lossy dahulu, saya introvert. Sekarang, bertahun-tahun kemudian dan sebagai salah satu founder Solusi Romansa #1 di Indonesia, saya tetap menjadi pribadi yang introvert (walaupun sedikit sekali orang yang bisa melihat seperti itu). Jadi kepribadian introvert tidak pernah menjadi halangan bagi keberhasilan sosial dan romansa. Kepribadian introvert juga tidak menghalangi saya dalam public speaking dan kegiatan sejenisnya.
Jika Anda mendapati diri sebagai pembaca setia HS ataupun blog Unlocked ini, kemungkinan Anda merasa introvert dan gerah ingin memperbaikinya. Jawaban saya, tidak perlu, karena introversi bukanlah sebuah penyakit ataupun gangguan. Asalkan Anda bisa menemukan sumber energi yang tepat, Anda akan menemukan kesuksesan dalam bidang apapun dengan jiwa introvert tersebut.
“Introverts tend to get their energy from within, so being with people is draining. After a day filled with people or activities, introverts tend to feel exhausted and empty. To recharge their batteries introverts need to be alone reading, daydreaming, painting, or gardening – any solo activity fills them up again. This doesn’t mean introverts have to live alone in a cave in the hills; they just need quiet time to come back to themselves. The energy source for introverts is from within.“
Dan jawaban atas daftar selebritis di atas… seluruh keduapuluh nama itu adalah pribadi introvert berdasarkan hasil tes kepribadian Myers-Briggs Type Indicator.
Terkejut? Bagus. Sekarang giliran Anda untuk mengejutkan orang lain dengan prestasi Anda.
Salam revolusi cinta,

Lex dePraxis
Solusi Romansa #1 di Indonesia



pertanyaannya lex
bagaimana menemukan sumber energi yang tepat,yang akan membawa kepada kesuksesan dalam bidang apapun dengan jiwa introvert tersebut ?
postingan yg menarik..
Salam…….
oh gitu ya… selama ini saya pikir ekstrovert akan lebih unggul. Dan saya sudah memutuskan untuk menjadi introvert sejak 9 tahun lalu, sekarang keblabasan, syukur deh klo Introvert jg bisa sukses.
How about the ambivert?
Apakah berada di antaranya menjadikan orang-orang ambivert lebih baik dari yang introvert atau ekstrovert saja?
menakjubkan!! saya termasuk salah satu yg termakan mitos ini… selama ini saya berusaha jd ekstrovert malah tambah kacau jadinya…. at least sy bs merasa lega skrg… thx lex
sahabatmu – krishnaramadia
Wah mantap… Pertama berkunjung kesini saya langsung terkesan dengan tulisan Anda Pak… Salam kenal!
I always says this to my friend that introverts and feels the need to change himself into extroverts…
“Only introverts can become an extroverts in front of people and stay introverts inside…while extroverts will always stay extroverts for the rests of his life….”
And yes…
small talk is exhausting lex…
Kalo memang penyakit, apa bisa disembuhkan oleh orang sekitar?? kalo nggak punya tekad untuk sembuh oleh orang itu sendiri??
wah…ketika oang berkata a dan itu mengena ke dii saya, saya selalu tarik diri..ap iya saya cacat?. tak jantan, dan seperti betina kalau saya mengaitkan dengan perasaan saya…? saya jadi perenung akibat terkadang ingin terlihat tegar dalm hiudp, saya menyendiri dan tterus menepi…bagamna ini?
tapi masalahnya lex juga berubah jadi seorang yang extrovert juga
jadi aga bertolak belakang dengan postingan lex sendiri, ngga perlu ngerubah apa pun ?
contoh dan penjelasan yang diberikan berbeda, kalo emang ga perlu berubah kenapa lex sendiri menjadi seorang yang extrovert ?
i need your big help over here.
Lex, tapi kok gw berasa ya, ketika kita sering keluar dan bersosialisasi, namun tiba2 karena krisis ekonomi, jadi jarang hangout karena g ada duit. tiba2 jadi introvert., berdiam diri dirumah alih2 mutihin badan
, ehh., pas keluar lagi. jadi kaku nih badan kyknya.,mau ngobrol juga rada males. kenpa tuh lex ?
Kepribadian introvert juga tidak menghalangi saya dalam public speaking dan kegiatan sejenisnya.
seorang yang introvert akan sulit melakukan ini smua lex, setidak nya saya melihat anda “seakan-akan” berubah sesaat menjadi extrovert dan membungkus diri anda begitu rupa hingga terlihat menjadi seorang extrovert
saya kutip definisi introvert dari wikipedia.org: introvert adalah ketertutupan, biasanya karena pilihan. Seseorang yang introvert lebih suka kegiatan yang menyendiri seperti membaca, kesenian, menulis, dsb. Mereka tidak menemukan kebahagiaan dalam interaksi kelompok, sehingga mereka lebih memilih bergabung dengan kelompok yang kecil, atau bahkan tidak bergabung dengan kelompok apa pun, besar atau kecil. Kegiatan kelompok terkadang dapat begitu memprovokasi para introvert sehingga mereka akhirnya malah berpikir mengenai diri mereka sendiri, introspeksi dan diam, di tengah percakapan yang seru. Orang yang introvert biasanya pendiam, sensitif, gampang terprovokasi, dan memiliki sedikit teman daripada kerumunan orang. Mereka biasanya tidak suka berbicara di telepon. Kemampuan bersosialisasi mereka tidak sebagus orang-orang ekstrovert karena para introvert membutuhkan lebih banyak energi untuk bersosialisasi.
Introvert adalah pribadi yang bersifat menyendiri dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain, atau berjam-jam duduk di depan komputer. Tapi tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakan atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan.
lex belakangan ini terlihat menjadi extrovert disadari atau tidak, nah bagaimana ?
lanjutan definisi introvert dari web yang sama
Anti Sosial Seseorang yang antisosial menunjukkan ketidakacuhan, ketidakpedulian, dan/atau permusuhan yang seronok kepada orang lain, terutama yang berkaitan dengan norma sosial dan budaya. Orang yang antisosial biasanya blak-blakan dan tidak memedulikan hak dan perasaan orang lain.
Istilah antisosial secara formal disebut Penyimpangan Kepribadian yang Antisosial(Antisocial Personality Disorder). Orang dengan penyimpangan ini, kebanyakan laki-laki, memiliki luas emosi yang terbatas, rasa empatinya sedikit, dan biasanya merasa kosong atau hampa.
Asosial Seseorang yang asosial, juga disebut individualis atau penyendiri, sering merasa mereka tidak punya kaitan dengan masyarakat dan budaya umum, atau justru merasa bahwa masyarakat atau budaya yang umum yang menghindari mereka.
Terkadang, seseorang yang asosial dengan sengaja menolak hubungan sosial karena mereka merasa mereka lebih baik/hebat dari orang lain, baik secara khusus maupun umum, sehingga akhirnya mereka hanya punya sedikit hubungan dengan orang lain. Orang-orang yang asosial dengan perasaan yang superior akan memilih hanya orang-orang yang mereka ingin menjadi teman mereka.
how can this such of person, become a magnet?
er.. kenapa definis introvert dipersempit dan disamakan dengan antisosial dan asosial?
hahaha mencoba lari dari Afis sekarang di blog baru ketemu Wilson.
Hi Lex! It’s great to find you again after disappearing from HS.
Btw, it is said “The energy source for introverts is from within.” Just for comparison, do you know where the extroverts energy source come from?
If small talks to introverts are exhausting, do the extroverts find them energizing???
Jonathan Rauch menulis Caring For Your Introvert, “Are introverts arrogant? Hardly. I suppose this common misconception has to do with our being more intelligent, more reflective, more independent, more level-headed, more refined, and more sensitive than extroverts. Also, it is probably due to our lack of small talk, a lack that extroverts often mistake for disdain. We tend to think before talking, whereas extroverts tend to think by talking, which is why their meetings never last less than six hours.“
I LOVE THIS. Aku gak setuju banget sama orang yang bilang introverts itu dingin. Sebenernya justru kelihatannya aja dingin, padahal dalamnya lebih deep daripada orang ekstrovert.
I am an introvert. Thanks for sharing, I LOVE THIS ARTICLE.
Oh, ya, kemaren kamu maen ke blog http://an-hour-with-god.blogspot.com aku dan komentar di posting “RONTOK!”. Thanks yah, tapi sebenernya postingan itu belom selesai.
Sekarang udah selesei, monggo dikunjungi balik kalo mau baca penyelesaiannya. Hehehehe…
Thank you.
I love your blog.
ahahaha..gw dah duga klo Lex itu introvert sama kayak gw, dari tulisan-tulisannya di HS
extra ordinary erticle! thx bro, gw brusaha extrovert ga bs2..
wew…nice article bro..apalagi kutipan yg “Introverts tend to get their energy from within, so being with people is draining. After a day filled with people or activities, introverts tend to feel exhausted and empty. To recharge their batteries introverts need to be alone reading, daydreaming, painting, or gardening – any solo activity fills them up again. This doesn’t mean introverts have to live alone in a cave in the hills; they just need quiet time to come back to themselves. The energy source for introverts is from within.“
gw banget tuh..g pikir, g yang aneh sendiri..ternyata normal.
Gimana dengan graphologi, katanya bisa bikin kita mengetahui orang introvert or ekstrovert dengan tingkat keakuratan lebih dari 90%. Misalnya klo tulisannya cenderung ke arah kiri dia berarti introvert sedangkan klo cenderung ke kanan dia berarti ekstrovert. Apa bener ya Lex? Gue introvert dan kog tulisan gue rada miring ke kanan yah? Apa gue yang salah menafsirkan ilmu graphologi tersebut?
Saya tergolong introvert. Sblm akhirnya memutuskan bhw gak apa2 kalo beda dg orang lain, saya benar2 ga suka sama diri sendiri. Sekarang saya berpikir being introvert bkn kerugian, kok.
Nice blog, Gan !!!
Ijin bookmark ya, Gan…
Thanks untuk pencerahan nya
Saya adalah seorang introvert. Jujur, I hate to be like this. Sampai akhirnya saya temukan tulisan anda, saya merasa lega, maksud saya.. benar-benar lega. Saya akan tetap menjadi seorang introvert, namun dengan kualitas yang lebih baik. Thank’s for this inspiring article, I mean, for this very inspiring article. (Berharap suatu saat bisa menjadi seorang introvert sehebat anda).
thanks a lot..just prepare for being a better man right now although i’m an introvert
Rasanya… yeah, Im introvert one! Sebelumnya saya bingung juga, apa sih sebutan yg pas bagi sifat saya yg suka banget menyendiri, dan enggan berkumpul denga banyak orang. Akhirnya… ya, saya tahu, saya seorang introvert!
)
Awalnya juga saya terganggu dengan introversi saya. Bayangin aja lah, hidup 21 tahun di lingkungan yang sama, tapi hanya sedikit mengenal tetangga2 di lingkungan itu! P.A.R.A.H.B.A.N.G.E.T.
Tapi membaca ulasan di atas, hhmmm… Oke, this is me! Im gonna be better and better, biarpun dengan keintrovertan ini. Thanks ulasannya.
(comment saya ini nyambung gak sih? hehe…
*Oh iya, izin share untuk saya jadikan notes di Facebook. Url sumber saya sertakan kok. Salam kenal.