h1

Mencari Topik Obrolan Yang Tepat?

Agustus 18, 2009

menciptakan kenyamanan cepat

Bagi sebagian orang, memasuki lingkungan sosial yang baru dan berinteraksi dengan orang asing adalah hal yang horor. Selain merasa seolah-olah disorot sepanjang waktu, mereka juga sering kebingungan mencari topik pembicaraan yang tepat untuk memecahkan balok es sosial. Jawaban saya adalah: lupakan ketepatan, carilah kesamaan.

Selama bertahun-tahun, para psikolog evolusi menyatakan bahwa kesamaan atau kemiripan adalah kunci dari rasa aman dan keterhubungan, sesuatu yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup. Oleh sebab itu manusia sudah otomatis terprogram untuk cepat akrab nyaman ketika berhadapan dengan seseorang yang nyaris serupa, baik dalam minat, pengalaman, penampilan, latar belakang, dsb.

Saya yakin Anda sudah pernah terpikir tentang hal itu, jadi ini adalah konfirmasi dan dorongan agar Anda lebih aktif mengaplikasikannya dalam pergaulan sehari-hari. Perhatikan kostum yang lawan bicara Anda kenakan. Lirik juga bros, motif dasi, kalung cincin, pulpen, rokok, handphone, dan asesoris lainnya. Dari jutaan data input yang Anda terima setiap detiknya, pasti ada ratusan yang mirip dan puluhan yang sejalan dengan Anda. Dari jumlah itu, Anda hanya perlu memilih satu saja setiap lima menit untuk dibahas dengan santai.

Tidak usah pusing apakah itu topik atau waktu yang tepat untuk membahasnya, dinamika sosial bukanlah soal ujian yang mementingkan ketepatan. Juga tidak perlu cemas lawan bicara Anda tidak senang membahasnya karena topik yang seseorang paling sukai adalah mengenai dirinya sendiri. Apalagi tentang kostum atau fashion, mereka paling senang membahasnya setiap kali ada kesempatan.

Lebih jauh lagi, Journal of Personality and Social Psychology pernah mengeluarkan sebuah karya penelitian yang menunjukkan bahwa mimikri (yaitu meniru gaya dan perilaku) dapat meningkatkan rasa kenyamanan dalam sebuah interaksi sosial.

In the study, psychologists Tanya Chartrand, who is now at Duke, and John Bargh, who is now at Yale, asked college students to describe a set of photographs in one-on-one discussions with researchers. During the discussions, the researchers subtly but consistently mirrored the mannerisms and posture of the students. If one of the college kids leaned back, then the researcher leaned back. If one of the kids folded his arms, then the researcher did as well. With a control group, the researchers made no attempt to copy behaviors; instead, they adopted a neutral tone and body language.

None of the kids noticed that the researchers were mimicking them. And yet compared with those who were not imitated, the students who were mimicked reported liking the researchers more and thinking the interaction went more smoothly. In short, when people imitate us — nodding when we do, tilting their heads when we do — we are more willing to be their ally.

Jadi kalaupun suatu saat Anda kesulitan untuk menemukan persamaan dengan lawan bicara, Anda bisa menciptakan kesamaan tersebut dengan cara mengimitasi gerak tubuhnya. Dalam studi hipnosis dan komunikasi persuasif, hal tersebut dikenal dengan istilah mirroring. Tapi ingat untuk melakukannya dengan sangat halus agar lawan bicara Anda tidak merasa aneh!

Untuk semakin memperjelas, saya akan simpulkan sebagai berikut: untuk lebih memperlancar interaksi pergaulan, Anda hanya perlu membiasakan hobi mencari kesamaan, kemiripan, kesejajaran diri dengan orang-orang di sekeliling.

Ayo praktek sekarang juga, dan laporkan hasilnya.

Salam revolusi cinta,

      Lex dePraxis

Solusi Romansa #1 di Indonesia

lex depraxis sebar hitman system

About these ads

11 komentar

  1. Salam Anak Bangsa Juragan..
    Salam Merdeka Juragan..
    Sekali Merdeka tetap Merdeka..
    Merdeka Untuk Selama-lamanya
    Jayalah Bangsaku..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/08/16/bangsaku-indonesia-namanya-bangsamu-apa-namanya/

    Lex’s Reply: Hmmm, ya merdekalah.. whatever.


  2. horee, akhirnya sedikit demi sedikit materi komunikasi mulai dibicarakan disini.

    Kesamaan memang akan selalu mudah dijadikan bahan pembicaraan, namun ‘bahan’ ini punya sisi mematikan. Bila tdk di-manage dgn baik akan fatal, bisa kelihatan bgt flirting dan ngarepnya, so be careful doing this trick…

    *btw, Lex aku nyontek gaya nulismu ya

    Lex’s Reply: Setuju. Khusus untuk isu ketertarikan antar lawan jenis, bukan ide yang bagus untuk memulai dengan kesamaan. Tips entri ini khusus untuk keperluan sosial pada umumnya, bukannya untuk menginisiasi sebuah hubungan romansa.

    Hmmm, memangnya gaya nulis saya seperti apa?


  3. [...] sedikit cerita tentang bagaimana memecah kebuntuan topik obrolan dikala saya berdekatan dengan orang yang baru dikenal ataupun sama-sama duduk berdekatan di sebuah [...]


  4. satu lagi kalo bole saya tambahkan, walau gak menemukan gak satu minat maupun hobby dgn org yg belum dikenal, adaptasi dan mendengarkan dia bercerita, satu trik ampuh juga utk memperlancar dalam pergaulan…karena, setiap org pasti lebih senang kalo ceritanya didengarkan… inilah yg sering gw lakukan kalo ketemu sama org yg gak satu minat dan hobby..

    pa kabar lex?

    Lex’s Reply: Of course, itu sudah termasuk dalam tulisan di atas kan. :)


  5. hahahahaaa….. coba nanti saya praktekkan.
    tp betul sekali, saya tahu setiap orang pasti menyukai topik ttg dirinya sendiri. atau keluarganya, tentang anak2nya…. pasti semangat sekali. :)

    Lex’s Reply: Cerita tentang kehidupan seks rumah tangga juga biasanya doyan. :D


  6. apik tenan !!

    Lex’s Reply: Tenan apik!


  7. Sebagai tambahan, penjajakan dunia Online yang sudah menjadi trend dan kebutuhan , bisa menjadi salah satu bahan pembicaraan :D

    Lex’s Reply: Mau nyari trafik, mas?


  8. “Selama bertahun-tahun, para psikolog evolusi menyatakan bahwa kesamaan atau kemiripan adalah kunci dari rasa aman dan keterhubungan, sesuatu yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup.”

    Memang, kalo baru kenal kita udah sok beda, atau cari perselisihan, kita bakal dijauhin. Atau minimal, orang lain perlu waktu untuk ‘memahami’ diri kita. :)

    Lex’s Reply: Tepat, tapi secepat mungkin, lebih baik atau orang tersebut sudah tenggelam dalam persepsinya sendiri tentang kita.


  9. mencari topik pembicaraan dngn lawan jenis itu perlu sekali apalagi pas jantungnya berdenyut2 sangat kencang, wah susah bgt tuh mencari bahan topik udah gitu ga konsentrasi lg? apakah setiap pembicaraan dengan lawan jenis itu nadanya harus standar/datar trus ga naik ga turun, atau gimana sih Lex?

    Lex’s Reply: Siapa yang mengajarkan ‘nadanya harus standar trus ga naik ga turun’ ?? Ciduk orang itu dan lempar ke laut.. :D Setelah itu duduk yang manis lagi, dan tunggu dijawab dalam tulisan-tulisan berikutnya.


  10. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Semoga Amal Ibadah Kita Diterima Disisi Allah SWT..Amin


  11. Jika kita bicara dengan bawahan apakah kita tetap melakukan mirroring, karena body language, tutur bahasa mereka kadang tidak tepat ditiru sebagai atasan, mengingat kita juga harus menjaga wibawa

    Lex’s reply: Mirroring-nya dapat dilakukan pada pilihan kata dan kalimat yang serupa…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: